Saturday, 29 October 2016

Suratan Takdir

Suratan takdir telah dilayangkan.
Membuatku semakin terpuruk dan bisa saja terjatuh.
Ini bukan salahku ataupun mereka.
Ini hanyalah takdir.

Aku tetaplah Aku, walaupun ku mencoba menjadi siapapun berulang kali.
Tak ada yang menerimanya, maka kegelapan itu pasti kan datang.
Kegelapan yang selalu setia menemani.

Namun, Aku merasa tak bahagia ketika kegelapan itu menemani.
Begitu suram dan sepi. Membuat Cahaya-ku semakin pudar dan perlahan menghilang.

Aku tak kuasa menahan Suratan Takdir ini.
Namun takdirku akan kembali ku tulis, dengan Pena Harapan.
Dengan tulisan itu, kuharap harapan akan takdirku bisa terkabulkan.

No comments:

Post a Comment

ShareBar by Tutorial Blogspot

Translate