Sunday, 18 December 2016

Harapan

Sangat mudah untuk merasakan harapan di hari yang begitu indah ini
tetapi akan ada juga hari-hari gelap yang membuat kita akan gelisah.
Ada hari dimana kau merasa benar-benar sendirian.
Saat itu kau membutuhkan banyak harapan, Tak peduli dengan cara apapun
atau bagaimana saat kau merasa kehilangan harapan, kau harus berjanji akan tetap menjaga harapan.
Biarkan dia tetap hidup

Kita harus semakin kuat, saat menderita
Keinginanku akan menjadi harapan bagi kalian
Orang-orang membutuhkannya
Dan bahkan jika kita gagal, maka kita harus memperbaikinya.
Ketika kau melihat sekelilingmu dan melihat orang-orang akan membantumu menemukan siapa kau sebenarnya.

Aku tahu ini seperti ucapan perpisahan.
Tapi setiap bagianmu akan membawamu ke langkah selanjutnya..
untuk mengingatkan pada kita siapa kita sebenarnya, dan tak pernah melupakannya.
Yang kualami selama tiga tahun ini begitu indah.
Mungkin.. Aku akan sangat merindukan hal ini.

Saturday, 10 December 2016

Ya, Inilah Aku.

Keputusasaan menjadi manusia.
Kesedihan yang diabaikan.
Penyesalan menyakiti seseorang.
Keegoisan, Ketakutan, Kebencian.
Pengunduran diri, Kelicikan, dan keinginan memikirkan diri sendiri.

Ya, inilah Aku.
Meskipun tidak mau menerimanya, Tapi disinilah Aku menjalani masa depan.
Sama seperti cahaya di malam hari, dan kegelapan di siang hari, akan selalu ada kegelapan di dunia ini.
Pada saat yang sama pula, dunia tidak akan pernah ditelan kegelapan.

Tapi, meskipun begitu, takkan pernah kubiarkan emosi seperti ini meluap dari diri.

Karena emosi hanyalah penghenti..
Penghenti dari kesucian hati..
Dan selalu menjadi terkotori..
Dan, karena Aku takkan pernah kalah dari diri sendiri..

Sunday, 4 December 2016

Pengorbanan


Kita semua tahu, bahwa pengorbanan ialah memberikan apapun yang bisa diberikan untuk menyatakan kesetiaan. Berasal dari kata korban.
Namun, pengorbanan yang hakiki tidak hanya seperti itu.
Pengorbanan yang sebenarnya tidak hanya bicara tentang memberikan apapun atau merelakan apapun untuk menunjukkan kesetian, tetapi pengorbanan hakiki juga membutuhkan hati yang tulus, ikhlas, dan tanpa memikirkan apa yang telah dikorbankan. Semata-mata segala pengorbanan hanya untuk kesetiaan, pengabdian, dan bahkan untuk kecintaan. Tak bisa dikatakan pengorbanan yang hakiki, jika masih ada rasa kehilangan, rasa tak yakin, ataupun rasa ingin dilihat. Jika masih ada rasa seperti ini, ini bukanlah pengorbanan, mungkin ini hanyalah keinginan seseorang agar bisa dikenal semua orang. 

ShareBar by Tutorial Blogspot

Translate