Saturday, 29 October 2016

Suratan Takdir

Suratan takdir telah dilayangkan.
Membuatku semakin terpuruk dan bisa saja terjatuh.
Ini bukan salahku ataupun mereka.
Ini hanyalah takdir.

Aku tetaplah Aku, walaupun ku mencoba menjadi siapapun berulang kali.
Tak ada yang menerimanya, maka kegelapan itu pasti kan datang.
Kegelapan yang selalu setia menemani.

Namun, Aku merasa tak bahagia ketika kegelapan itu menemani.
Begitu suram dan sepi. Membuat Cahaya-ku semakin pudar dan perlahan menghilang.

Aku tak kuasa menahan Suratan Takdir ini.
Namun takdirku akan kembali ku tulis, dengan Pena Harapan.
Dengan tulisan itu, kuharap harapan akan takdirku bisa terkabulkan.

Saturday, 22 October 2016

Wanita Cantik Itu...

Cantik, sebutan kehormatan bagi wanita dan pujian yang membuktikan bahwa keberadaan mereka diakui. Cantik adalah nilai lebih yang membuat seorang wanita lebih berharga. Cantik bukanlah semata hadiah dari Allah. Kecantikan itu bisa kita wujudkan, bisa kita munculkan. Namun semua itu pasti tidak mudah. Butuh usaha keras, kekuatan niat dan kesungguhan hati.

Wanita itu cantik jika berilmu.
Dia tidak hanya menonjolkan emosi dalam berdebat, melainkan kedalaman ilmu yang memikat.
Dia tidak hanya pandai dalam berteori namun bisa mempraktekannya secara rinci.
Dia menerangi dirinya dan sekitarnya dengan ilmu yang dimiliki, namun tidak pernah pelit untuk berbagi.
Dengan ilmu itu, mereka tunduk kepada Allah.
Karena pengetahuan itulah, mereka memilih menjadi hamba yang bertakwa.
Tidak hanya sekedar ikut, namun selalu mengkaji ilmu Allah dengan lebih runut.
Tindakannya berdasarkan ilmu, bukan pendapatnya pribadi, apalagi hanya sekedar emosi diri.
Ilmu itu membuat hatinya tunduk, nafsunya lebur, dan perilakunya teratur.

Wanita itu cantik jika memiliki rasa malu.
Malu mempertontonkan dirinya dengan sebegitu murah, dan malu jika tidak bisa menjadi hamba yang patuh dan amanah kepada tuhannya.
Mereka yang malu akan senantiasa menjaga diri dari dosa.
Lihatlah betapa kemudian mereka menjadi sangat berharga.
Siapapun yang akan mendekat kepadanya, akan merasa sungkan dan merasa haus menyiapkan sebuah kehati- hatian.
Rasa malu itu yang akhirnya mengangkat derajatnya sendiri, dengan lebih tinggi tentunya.

Wanita itu cantik jika mereka cerdas.
Cerdas untuk tidak berbuat bodoh dalam merendahkan kehormatan mereka sendiri.
Cerdas untuk menata kata, dan menempatkan diri dalam berbagai situasi.
Semua makhluk pastilah tahu,
bahwa wanita adalah tentang perasaannya,
namun wanita cantik nan cerdas itu sangat mengerti kapan harus menggunakan logikanya.
Maka akan dijauhinya keluhan, tuntutan dan kerewelan yang akan membuat segala urusan terasa semakin sulit.

Lihatlah betapa kecerdasannya dalam menata akhlak.
Tidak ada hasut dan fitnah dilidahnya.
Tidak ada buruk sangka dihatinya.
Dia pandai memerdekan batinnya dengan kebaikan.
Dia pandai menutupi kekurangan dengan kelebihan.
Dia bersosialisasi namun tetap dalam batas.
Dia bergaul namun tidak lebur, dia menuntun sesamanya untuk selalu menuju kebaikan.
Kehadirannya adalah kebahagiaan bagi teman teman di sekitarnya.

Lihatlah cara cerdas mereka dalam mengendalikan diri.
Walaupun akalnya sering kali dikendalikan oleh emosi,
namun kuatnya iman menuntunnya untuk menjadi lebih indah.
Dia tidak minder untuk tampil beda.
Beda dengan wanita kafir yang bertindak diluar batas dan tidak tahu kapan mereka harus berhenti.
Allah SWT sudah cukup menjadi alarm bagi dirinya.
Dan dengan Maha Melihat-Nya, sudah bisa untuknya merasa selalu diawasi.

Wanita cantik itu...
Mereka tahu mereka bukanlah bidadari yang sempurna,
namun kekurangannya dia tutup dengan menonjolkan kelebihan,
dan beristigfar terhadap kekurangan.
Mereka pun tahu betapa susahnya untuk menjadi cantik,
namun itu tak menghalangi mereka untuk selalu memperbaiki diri.
Maka ketahuilah saudariku..

Kecantikan adalah definisi dari wanita sholihah.
Walaupun mereka kurang dalam fisiknya,
namun akan lebih dari segi iman dan akhlaknya.
Tidak ada di dunia ini yang lebih cantik selain dari wanita yang sholihah.
Carilah, buktikan namun tidak akan kita temui selain kecantikan itu hanya ada dalam diri mereka yang shalihah. Persis seperti yang telah disabdakan Rasulullah SAW,
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim).

Kecantikan tak hanya sebatas fisik, dan bagusnya kulit ari.
Namun kecantikan itu adalah seberapa dekat dengan Allah SWT,
dan seberapa nyaman manusia berada di dekatmu.
Maka benarlah jika sebaik-baik wanita, adalah mereka yang shalihah.

Thursday, 13 October 2016

Cinta Itu Seperti Hujan

"Cinta itu seperti hujan, apabila jatuh ketanah yang tandus maka lahirlah kedurjanaan, namun apabila jatuh ketanah yang subur maka lahirlah kemuliaan."
Nah maksudnya dari tanah yang tandus itu seperti melabuhkan cinta pada kegiatan pacaran yang pada hakikatnya awal dari perzinahan. Udah gak sabar pengen nikah tapi banyak kendala, yah intropeksi diri aja mungkin Allah belum mengizinkan karna masih banyak kesalahan yang kita buat. Cinta kepada orang tua, keluarga, serta Sahabat karna Allah ini baru yang dinamakan uhibbuka fillah. uhibbuka fillah juga Sering disalahgunakan oleh kaum alay yang berjubah aktifis.. Gak heran karna mereka seperti itu sebab syahwat yang dicarinya. Contohnya: "Aku mencintai-mu karna Allah, makanya kita pacaran." *Pfftt.. Emangnya lu kira Allah memerintahkan pacaran? yang merintahin pacaran mah syetan.* Seharusnya yang dikatakan itu "Aku mencintai-mu karna Syetan dan Syahwat, makanya kita pacaran." Nah, ini baru bener.. wkwk.. Karena mereka kaum alay berjubah aktifis Hanya mampu mengungkap kata uhibbuka fillah tapi tidak sampai kedasar hati. Arrgh.. sudahlah semoga kita semua dibukakan hatinya agar dapat menerima nur illahi.. Aamiin..
Bila yang saya sampaikan membuat hati kalian sakit, coba periksa lagi hatinya, barangkali memang berpenyakit :D hehe

Saturday, 8 October 2016

CAKRAWALA

Di suatu masa, Ketika Aku sendirian, Aku bermimpi di suatu Cakrawala.
Dalam sebuah ruangan, di mana Matahari tak dapat menyampaikan sinarnya.
Pada sebuah jendela, menampilkan segala perasaan yang ada.
Tertutup dalam diri, Sebuah Cahaya yang jauh di dalam dada.
Mungkin, inilah waktunya kita berpisah.
Kita akan berpisah terbawa ombak arus kehidupan.
Melewati Cakrawala lain yang dinamakan perpisahan.
Sampai saat itu datang, mempertemukan Hadirmu Dalam Senyuman.

Saturday, 1 October 2016

Manusia

Manusia, sebuah karya Sang Pencipta yang paling sempurna, dilahirkan dalam bentuk sebaik-baiknya.
Tercipta dari setetes zat yang hina, namun terlahir dalam keadaan suci, bersih, polos dan tak berdosa.
 
Manusia diberikan kemampuan kebebasan untuk berpikir, dengan pikiran yang tanpa batas. Pikiran itulah yang menciptakan keanekaragaman dalam kehidupan. Pikiran itu pula lah yang mengubah hakikat diri sesungguhnya dari manusia. Cobalah lihat sekeliling, manusia yang tercipta dalam keadaan suci, kini tak lagi sama, telah ternodai dengan pikiran-pikiran kotor manusia. Bahkan dalam beberapa keadaan, manusia yang begitu kotor oleh “noda-noda” pikiran, bisa disebut dengan “sampah”. Ya, Sampah Masyarakat. 

Apakah ini salah Sang Pencipta? 
Apakah ini salah Kebebasan?
Apakah ini salah Pemikiran?
Atau, Apakah ini salah Manusia? 

Jikalau memang benarlah salah Sang Pencipta, bukankah Dia hanya menciptakan Pemikiran?
Jikalau memang benarlah salah Kebebasan, bukankah Kebebasan tak memintamu untuk menjadi kotor?
Jikalau memang benarlah salah Pemikiran, bukankah Pemikiran hanyalah sebuah sistem yang manusia gunakan?
Lalu, apa benarkah salah manusia? 
Hanya hati nurani yang bisa menjawab.

Yang pasti hakikat setiap manusia ialah Suci, Bersih dan Tanpa Noda.

ShareBar by Tutorial Blogspot

Translate