Tuesday, 16 October 2012

Catatan Di-hari Kemerdekaan


catatan di-hari kemerdekaan


Kulihat jam di dinding tepat pukul 23.40 wita. Dalam batin aku ingin menoreh sesuatu di 17 Agustus 2010 ini walau hanya menulis beberapa alinia, namun demikian secara pribadi hal ini cukup rasanya bagiku sbg tanda aku telah berbuat walau hya dengan rangkaian kata.
Dari pagi sampai selarut malam ini, mata, hati, dan pikiranku silih berganti menangkap moment demi moment berbau perjuangan. Kulihat perjuangan Bung Karno dg segala kelebihan dan kekurangannya, juga kulihat perjuangan Bunda Fatmawati yg rela menjahit Sang Merah Putih dg jari tangan beliau yg halus. Sebenarnya bunda bisa saja menjahit dg mesin jahit yg ada, namun krn saat itu beliau hamil tua maka dokter tidak memperbolehkan bunda memakai mesin jahitnya.
Merangkak waktu disiang hari, beberapa media TV menayangkan secara serempak acara kenegaraan peringatan detik detik proklamasi. Acara ini laksana moment sakral yg harus dijalankan Bangsa kita mulai di-ibukota hingga dipelosok desa seluruh tanah air.
Dalam lamunan saat mataku menatap para kuli bangunan yg sedang mengerjakan ruko, aku tersentak dg celotehan seadanya sahabatku penjual komputer yg saat itu asik membenahi PC ku yg lelet bootingnya. “Rasanya hari ini bagai hari yg kehilangan makna…!” Itulah kata pembuka darinya dan kulanjut dg pertanyaan singkat “kenapa..?”
“Ibarat sebuah sandiwara, ada pakem yg hilang dan ini membuatku rindu..” Aku hya menyambung dg sebuah kata tanya “kenapa..?”
Aku rindu dg perayaannya Pak, aku kangen dg panjat pinang, balap karung, lomba makan kerupuk, dan lain-lainnya.”…Akupun menghibur dia sambil berucap “baiklah, nanti malam habis taraweh kita jalan jalan keliling kota siapa tau ada yg melaksanakan lombanya di malam hari.
Perbincangan terhenti, ketika sebuah mobil Grand Livina Silver DA.7979 PY mengklakson dan tampak wanita manis berwibawa tersenyum ramah padaku.
“Aku pamit ya, aku sudah dijemput mantan kekasihku” hehee sahabatku tersenyum hormat dg wanita manis dalam mobil, krn benar memang dia adalah mantan kekasih sahabatnya.
Catatan ini sengaja kubawa keberbagai dimensi. Jika sahabat jeli menyimak dialinia atas, sangatlah byk sesuatu yg tampak atau tersembunyi yg berbicara ttg sebuah kata patriotik yaitu “Perjuangan”.
Semua org akan mengerti dg arti dari perjuangan krn kata ini akan terus melekat disetiap sendi sendi kehidupan, sampai kapanpun dan dimanapun. Org yg melakukan perjuangan biasa disebut dg pejuang, atau jika ingin lebih heroik sebutlah sbg “Sang Pejuang”.
Pejuang itu tidak mengenal waktu, strata sosial. Umur, pendidikan, dan lain sebagainya. Pejuang itu melekat pada tataran kondisi dimana sebuah maksud diperjuangkan. Sebutlah Para Nabi dan Rasul berjuang menyebarkan Agama agar kehidupan menjadi lebih baik karena dalam agama mengatur norma norma kebaikan hingga penganutnya akan menjadi org baik. Lantas selesaikan sdh tugas para Nabi dan Rasul ??
Pada zaman nya dipastikan sudah selesai, tp dekade berikutnya abad demi abad bgm nasib ummatnya sepeninggal beliau. Ternyata perjuangan itu tak pernah selesai dan harus ada generasi penerus yg mengganti generasi pendahulu untuk melanjutkan cita cita. Begitu jg Para Nabi dan Rasul yg kemudian dilanjutkan para sahabat, para Wali, para ulama sampai para santri di pondok pondok pesanteren.
Begitu juga dg Perjuangan Founding Father/Bapak Bangsa. Apakah sdh selesai ??..Ternyata perjuangan meneruskan cita cita mrk harus terus berlanjut sampai sekarang dan masa masa mendatang yg akan dilakoni oleh anak, cucu, dan cicit kita di zaman mrk kelak.
Sekali lagi, kita berjuang hya dizaman kita saja. Lewat dari masanya maka perjuangan itu akan ber estafet ke penerus cita cita.
Banyak hal baik yg terjadi, begitu pula hal hal buruk menyertai krn memang itulah hukum dunia. Yang baik akan terus dikenang begitu jg kejahatan akan tertulis dalam lembaran sejarah bangsa ini.
Siapa mengerja apa, akan tercatat dg apa adanya dan tanpa bisa direkayasa. Maka buatlah kebaikan walau sedikit demi sedikit, maka itu akan menjadi sebuah pencitraan terbaik bagi diri kita. Artinya menjadi Pejabat jadilah pejabat yg baik dan jujur. Menjadi Pedagang jadilah pedagang yg baik dan jujur, menjadi pelajar maka jadilah pelajar yg tekun dan soal nasib akan menjadi apa dan siapa biarlah semua menjadi rahasia Allah saja.
Jadilah yg terbaik, berbuatlah yg baik dimasing masing bidang dan dalam kapasitas kita masing masing.
Apa yg kita lakukan hari ini, akan menjadi catatan sejarah dimasa datang. Jangan biarkan cicit kita menangis pilu terluka hatinya ktk dalam lembaran sejarah kita tercatat sbg koruptor/maling/penjahat/perampok/pelacur/penjudi/penzinah, dan lain lainnya.
Pekerjaan hari ini menentukan sejarah masa depan.
Perjuangan hari ini akan menjadi semangat generasi berikutnya.
Dan apa yg kutulis malam ini, akan dibaca oleh generasi berikutnya puluhan atau ratusan tahun yg akan datang.
Jam didinding tepat pukul 23.58 wita, aku bersyukur 17 Agustus 2010 ini dapat membuat momentum sederhana walau hya berbentuk sebuah catatan ringan. Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi yg membacanya.

No comments:

Post a Comment

ShareBar by Tutorial Blogspot

Translate