Ingin rasanya melepaskan semua..
Namun apa mau di kata, Hidup ini harus tetap berjalan dengan segala keadaan..
Namun, apa dengan kenyataan hidup yang begitu pahit ini, Aku bisa bertahan? Tanpa mengakhiri kehidupanku?
Kenyataan ini begitu pahit.. Menusuk-nusuk sukma ku, hingga Aku-pun merasa tak kuat lagi bertahan.
Tak ada siapapun di kehidupanku untuk menuangkan segala perasaan ku..
Teman? Dia hanya membuat jiwa-ku makin menghilang.
Kekasih? Dia hanya membuat jiwa-ku makin resah.
Keluarga? Aku tak ingin membuat mereka khawatir.
Tuhan.. Kepada siapa lagi agar aku dapat bertahan di kehidupan ini?
Kepada siapa lagi aku harus meminta pertolongan?..
Kepada Engkau kah Tuhan? Tapi, Aku ini hanya manusia biadab..
Setiap hari kehidupanku hanya terus berdosa, dan terus berdosa..
Apa Engkau mau mendengarku?..
Tuhan saja belum tentu mendengarku, apalagi manusia?
Lalu kepada siapa lagi aku harus berkata?
Mungkin memang benar, Aku harus mengakhiri kehidupanku.
Sejenak ku berpikir dengan hati tulus dan tenang, akan sebuah pikiran sesaat.
Ku dapatkan sesuatu setelah melihat sekeliling, masa lalu-ku dan masa-masa yang telah ku lalui..
Kutemukan sebuah hal penting.
Tak ada kepastian diri dalam kenyataan hidup.
Yang ada hanya kenyataan belaka, yang mungkin bisa berubah setiap saat..
Kenyataan itu memang terkadang pahit ataupun manis, namun itu hanya sebuah kenyataan belaka.
Aku berpikir, kenyataan hidup-ku dulu manis, sekarang berubah menjadi pahit.
Kembali ku berpikir, kenyataan hanyalah kenyataan, bukan sebuah takdir, tak mungkin bertahan lama.
Siapapun dapat melihat kenyataan hidup-ku, Aku ataupun mereka dapat melihatnya.
Tapi, akankah ada yang dapat melihat takdir-ku kelak? Masa-masa yang belum kulewati?
Kembali lagi ku berpikir, kenyataan hidup-ku dulu manis, sekarang pahit, mungkin saja bisa manis kembali
No comments:
Post a Comment